2013/04/22

Kisah Pembuatan Jam


Suatu hari sesudah membuat sebuah jam seseorang pembuat jam menentukan detak dalam 1 tahun dengan perincian 1 menit = 60 Detik, 1 jam= 3.600 Detik, 1 hari = 86.400 Detik, 1 bulan= 2.592.000 Detik, 1 tahun = 31.104.000 Detik
Namun sebelum menyuruh jam itu berdetak si pembuat jam berbicara kepada jam dan menawarkan pekerjaan yang harus diselesaikan, yaitu berdetak. Berikut adalah pembicaraan mereka berdua.
Wahai jam aku ingin bertanya kepadamu.
Tukang jam 
:
Aku ingin kamu berdetak selama 31.104.000 Detik pertahun, sanggupkah wahai jam kamu melakukan pekerjaan itu…?
Jam
:
Wahai tuan aku ini bukan sesuatu yang kuat yang bisa menyelesaikan pekerjaan sebanyak itu meskipun selama setahun, angka itu terlalu berat bagiku.
Tukang jam 
:
Ya sudah kalau kau tidak sanggup bagaimana kalau 2.592.000 Detik perbulan …?
Jam
:
Meskipun angkanya sudah berkurang namun aku masih tidak sanggup karena angka itu juga masih terlalu berat untukku bisakah kau memberiku angka yang lebih sedikit agar aku bisa menyelesaikan pekerjaan yang kau berikan…
Tukang jam 
:
Ya sudah kalau begitu aku ingin kamu berdetak sebanyak 86.400 kali perdetik.
Jam
:
Bukannya aku tidak ingin menyelesaikan pekerjaanmu tuan..? tapi angka segitu masih terlalu banyak untuk aku kerjakan selama satu hari. Memang aku ini mesin tapi juga aku mempunyai lelah kalau harus bekerja sebanyak itu.
Tukang jam 
:
Aku tidak ingin memberatkamu wahai jam ini permintaaku yang terakhir aku ingin kamu berdetak 1 detak saja perdetik atau 60 detik permenit.
Jam
:
Nhaaaaa kalau itu saya mampu tuan, saya pasti mampu mengerjakan pekerjaan itu yaitu berdetak satu kali selama satu detik atau 60 detik permenit.

Lalu dengan kesungguhan hati dan keikhlasannya mulai saat itu jam mulai bekerja dan tidak terbayangkan 86.400 Detik  perhari bisa ia kerjakan dan dia juga bisa menyelesaikan pekerjaan berdetak sebanyak 31.104.000 Detik pertahun. Luar biasa.
Luar biasa, namun tidak hanya jam kitapun mampu bekerja lebih banyak dari pada jam, kalau kita tekun dan ikhlas satu demi satu pekerjaan kita selesaikan tanpa mengeluh dan tanpa nggrundel dihati karena pekerjaan kita terlalu banyak atau yang kita kerjakan tidak sesuai ia ( pimpinan )  berikan untuk kita.



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Ahmad Roqib, Published at 11:37 and have